Siaran Pers Nomor: 002/III/2026

BGTK Provinsi Papua

Peserta upacara mendengarkan amanat Pembina upacara di SMP Negeri 11 Jayapura

Jayapura (30/3) – Mengawali hari pertama sekolah pascalibur Idul Fitri, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua melakukan aksi nyata di lapangan. Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di bawah naungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, BGTK Papua memastikan instruksi pusat mengenai penguatan karakter terlaksana dengan baik di Bumi Cendrawasih.

Kepala BGTK Papua, Fatkurohmah, S.Pd., M.Pd., menghadiri upacara bendera di SMP Negeri 11 Jayapura, Distrik Heram. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026. Regulasi ini merupakan mandat langsung Presiden Republik Indonesia untuk menghidupkan kembali tradisi upacara bendera sebagai jangkar nasionalisme dan kedisiplinan murid.

Kepala BGTK Papua, Fatkurohmah, S.Pd., M.Pd. Bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan dalam upacara bendera di SMP Negeri 11 Jayapura

Menurut Fatkurohmah, upacara bendera merupakan momentum yang tepat dalam mengembangkan karakter murid.

“Upacara bendera bukan sekadar seremoni rutin. Ini adalah momentum krusial untuk memupuk karakter disiplin dan cinta tanah air agar tumbuh subur dalam sanubari setiap murid. Melalui upacara bendera, karakter disiplin, patuh dan cinta tanah air akan terus dipupuk sehingga dapat tumbuh subur menjadi karakter murid” ungkapnya.

Dirinya juga menekankan, bahwa moment upacara bendera menjadi wadah yang tepat untuk terus mendorong setiap murid khususnya, serta seluruh warga sekolah agar menerapkan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

“Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus terus dipraktekan sebagai kebiasaan positif yang dimiliki murid. 7 KAIH ini harus menjadi napas keseharian murid untuk membentuk generasi yang tangguh dan kompeten,” tambahnya.

Tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) ini sendiri terdiri dari: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.

Selain BGTK Papua, kegiatan yang berlangsung di sekolah yang beralamat di Perumnas III, Waena ini, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd

Ikrar Murid, Gerakan ASRI dan Perlindungan Anak

Dalam amanat pembina upacara dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, terdapat tiga poin penting. Yaitu Ikrar murid, Gerakan ASRI dan PP no. 17 tahun 2025.

Melalui amanat Pembina upacara tersebut, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed mengaskan arti penting ikrar murid yang dibacakan setiap upacara bendera. Menurutnya, ada lima hal penting yang harus selalu dipegang oleh murid Indonesia, yaitu:

Pertama, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yaitu selalu mengayati kehadiran Tuhan dalam kehidupan, agar kita senantiasa berbudi mulia seperti jujur dan suka menolong sesama.

Kedua, menghormati dan mencintai orang tua dan guru, dengan senantiasa memuliakan orang tua dan guru dengan sikap santun, mendengarkan nasihat, dan menaati aturan baik di rumah ataupun di sekolah.

Ketiga, belajar dengan sungguh-sungguh. Giat, rajin, dan gemar belajar. Tidak malas, cepat puas, dan biasa-biasa saja. Anak-anak harus sungguh-sungguh dalam belajar untuk meraih cita-cita.

Keempat, rukun dengan teman. Anak hebat itu menebar perdamaian, bukan menciptakan permusuhan. Di sekolah tidak boleh ada perundungan, kekerasan, dan intoleransi. Kita ciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan gembira, karena sekolah adalah rumah kedua kita.

Kelima, mencintai tanah air Indonesia. Jaga lingkungan, baik di sekolah, di rumah, maupun di sekitar, hargai perbedaan dalam berteman, serta jaga persatuan karena itulah kekuatan bangsa kita.

Selain itu, Mendikdasmen juga mengingatkan warga sekolah tentang Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto ini, digagas untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.

Abdul Mu’ti menyebutkan, bahwa banyak hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Yaitu:

Kesatu, untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman. Seluruh warga sekolah harus memiliki sara saling rukun antar teman dan guru, saling toleran dan menghormati, saling melindungi dan menyayangi, sehingga tidak ada perundungan, tidak ada kekerasan. Selian itu, juga perlu menjaga keamanan dengan hemat energi dan air: matikan lampu yang tidak digunakan, tutup keran rapat setelah dipakai, dan gunakan pendingin ruangan secukupnya.

Kedua, Sehat. Jaga kesehatan jiwa dan raga. Karena dalam tubuh yang sehat terdepat jiwa yang kuat. Dengan tubuh yang sehat membuat lebih semangat belajar. Biasakan makan sehat dan bergizi, olahraga rutin, serta pastikan bebas asap rokok di lingkungan sekolah.

Ketiga, Resik. Biasakan menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, dan memilah sampah sesuai jenisnya. Biasakan hidup bersih dengan menjaga dan merawat lingkungan sekitar melalui kegiatan piket kelas, kerja bakti, mencuci tangan, dan seterusnya.

Keempat, Indah. Ciptakan lingkungan yang indah, rapi dan teratur. Kita perlu mewujudkan tata ruang kelas, halaman, dan taman sekolah dengan rapi, dan menjaga seluruh fasilitas sekolah serta lingkungan yang lestari.

Selain itu, dalam amanat tersebut, Pak Menteri juga mengingatkan murid untuk memenejemen penggunaan gawai. Penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025, merupakan awal penerapan pembatasan usia anak dalam mengakses platform digital yang berisiko.

PP tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas tersebut, merupakan upaya konkrit pemerintah dalam menjaga Kesehatan anak dari paparan radiasi hingga dis-informasi.

Menurut Mendikdasmen, mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 3S. Yaitu:

Pertama, Screen Time. Batasi waktunya, karena waktu terlalu berharga untuk habis hanya di layar. Gunakan secukupnya, agar tetap punya waktu untuk belajar dan bermain bersama teman.

Kedua, Screen Zone. Gunakan di tempat yang tepat, karena tidak semua tempat adalah tempat untuk bermain gadget. Saat belajar, saat bersama keluarga, dan saat berbicara dengan orang lain, berikan perhatian penuh, itu tanda menghargai.

Ketiga, Screen Break. Jangan lupa istirahatkan mata dan tubuh, karena ada banyak hal seru di dunia nyata yang tidak bisa dirasakan dari layar, seperti tertawa bersama teman dan menghabiskan waktu dengan keluarga.

Aksi Nyata Mendukung Gerakan Asri

Ditjen GTK, Kemendikdasmen, melalui BGTK Provinsi Papua, memberikan dukungan nyata dalam pelaksanaan Gerakan ASRI tersebut. Salah satunya adalah penyaluran bantuan alat Kebersihan.

Penyerahan bantuan alat kebersihan kepada SMP Negeri 11 Jayapura yang diterima Kepala Sekolah dengan disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan Pengawas Sekolah

Fatkurohmah berharap, bantuan sederhana tersebut dapat meningkatkan semangat warga sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ASRI. Bantuan itu diterima langsung oleh Kepala SMP Negeri 11 Jayapura, Feronika Floren Fraulaine, S.Pd., yang disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, dewan guru dan murid.

Gerbek Sampah di SD Negeri Kotaraja

Penyerahan bantuan alat kebersihan kepada SD Negeri Kotaraja Kota Jayapura yang diterima oleh Kepala SD Negeri Kotaraja

Tidak hanya mengunjungi sekolah di Distrik Heram, kesempatan hari pertama sekolah ini juga dimanfaatkan untuk mengunjungi salah satu sekolah di Distrik Abepura. Sekolah yang menjadi sasaran kedua ini adalah SD Negeri Kotaraja.

Meski bukan pelaksanaan upacara bendera, pada sekolah yang beralamat di Jl. Perkutut, Kotaraja ini, tim BGTK Papua bersama pihak sekolah melaksanakan kegiatan kebersihan. Kegiatan yang diberi nama “Grebek Sampah” ini dilakukan bersama antara BGTK Papua, dewan guru serta murid. Setelah pelaksanaan kegiatan, BGTK juga menyalurkan bantuan alat kebersihan.

Menariknya, setelah pelaksanaan kegiatan, dilanjutkan dengan “sayembara sampah”dan kuis edukatif yang diikuti para murid. Dengan penghargaan sederhana, cukup mamantik antusiasme para murid.

Melalui rangkaian kegiatan ini, BGTK Papua menegaskan posisinya bukan hanya sebagai lembaga administratif, tetapi sebagai mitra strategis sekolah dalam mencetak Guru dan Tenaga Kependidikan yang mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter di Provinsi Papua. *

Interaksi Kepala BGTK Papua dengan murid SD Negeri Kotaraja dalam sesi kuis edukatif setelah pelaksanaan gerbek sampah

Publikasi BGTK Papua

Kontak: Suharman (082199629955), William (085244409232), Rustam (082198237479)

Email: bgtkpapua@kemendikdasmen.go.id

Website: bgtkpapua.kemendikdasmen.go.id

Media social: bgtkpapua