Pembukaan kegiatan pelatihan PM di Aula Dinas Pendidikan Kab. Asmat

Asmat (6/10) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus bergerak maju mewujudkan Pendidikan bermutu untuk semua. Melalui salah satu program prioritasnya, yaitu peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pembelajaran mendalam dan pelatihan koding dan kecerdasan artifisial, Kemendikdasmen berikhtiar menghadirkan guru dan tenaga kependidikan yang kompeten dan professional.

Bersama UPT Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTKPG), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua, peningkatan kompetensi GTK terus dikebut. Kali ini pelatihan PM dan KKA di Wilayah Kerja BGTK Papua, telah masuk batch II. Secara serentak dibuka di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Asmat, Sarmi dan Mimika.

Usman R., S.Pd., M.Si selaku PIC Program PM dan KKA BGTK Papua memberikan arahan

“Saat ini kami membuka pelatihan PM-KKA di tiga kabupaten dengan jumlah peserta 212 orang. Dan setelah ini akan kembali dilaksanakan di Kabupaten Mappi untuk 105 orang peserta” ungkap Usman R., S.Pd., M.Si . kala memberikan arahan dalam pembukaan kegiatan di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan.

Pembukaan kegiatan di wilayah berjuluk “Kota Papan” tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Asmat, Aleksander Jacobus Jamlean, S.Pd., M.Pd, Kepala-kepala sekolah, dan seluruh Peserta.

Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini diselenggarakan sesuai Kepdirjen GTKPG nomor 23/B/HK.03.01/2025 tentang Juknis Pelatihan PM bagi Kepala Sekolah, Guru dan Pengawas Sekolah. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam sesuai tugas dan fungsinya.

Secara keseluruhan, pelatihan ini akan berlangsung sekira 2,5 bulan dengan mekanisme In Service Training 1 (IN-1), On The Job Training (ON) dan In Service Training 2 (IN-2).

Registrasi peserta pelatihan PM Kab. Asmat

Kompetensi yang diharapkan dicapai melalui program ini Adalah:

  1. Guru mampu:
  2. menerapkan pola pikir bertumbuh pada PM;
  3. menjelaskan konsep dan keterkaitan kerangka pembelajaran, prinsip dan pengalaman belajar dalam PM;
  4. menganalisis penerapan prinsip dan pengalaman belajar PM pada Video dan Modul Ajar;
  5. merancang asesmen PM;
  6. menyusun rencana PM;
  7. mengimplementasikan rencana pembelajaran dan merefleksikan implementasi pembelajaran; dan
  8. merancang dan mengimplementasikan inkuiri kolaboratif di kelompok belajar pelatihan.
  9. Kepala Sekolah mampu:
  10. menerapkan pola pikir bertumbuh pada PM;
  11. menjelaskan konsep dan keterkaitan kerangka pembelajaran, prinsip dan pengalaman belajar dalam PM;
  12. menyelaraskan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan dengan PM;
  13. menerapkan kepemimpinan dan pengelolaan praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, penciptaan lingkungan belajar, dan pemanfaatan digital pada konteks PM; dan merancang dan mengimplementasikan inkuiri kolaboratif untuk 1 (satu) program kepemimpinan sekolah.

Kesempatan Daerah dalam Peningkatan Kompetensi

Sekretaris Dinas, Aleksander J. Jamlean ketika memberikan sambutan dan membuka kegiatan secara resmi

Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat, melalui Sekretaris Dinas, Aleksander J. Jamlean memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu moment guna pembenahan di satuan masing-masing.

“Disetiap satuan telah ada visi dan misi. Visi dan misi itu, bukan hanya pajangan, melainkan cita-cita, haparan dan Impian. Nah melalui kegiatan ini, visi dan misi akan dijabarkan, diselaraskan dengan pembelajaran mendalam” ujarnya.

Lebih jauh, Aleksander juga menyayangkan pada kegiatan ini, tidak mengakomodir seluruh satuan Pendidikan di kabupaten yang terkenal dengan kemampuan pahat dan ukiran tersebut. Namun demikian, dirinya optimis dan menganggap hal ini Adalah sebuah peluang.

“Sangat disayangkan, pada event ini tidak semua satuan Pendidikan terlibat. Namun ini juga merupakan suatu moment, kesempatan yang dapat diambil, terutama oleh bidang GTK agar bisa menganggarkan pada tahun 2026 sehingga kita bisa laksanakan untuk sekolah lain yang belum ikut” lanjutnya.

Dirinya memaparkan, hal tersebut bukan mustahil dilakukan. Karena menurutnya, Kabupaten Asmat sendiri telah memiliki fasilitator yang telah melalui Pendidikan dan pelatihan oleh Balai GTK Papua.

“Para fasil ini adalah asset kita. Mereka tentunya siap membagi ilmu yang diperolehnya kepada semua GTK di kota yang sama-sama kita cintai ini” urainya seraya melempar senyum kepada para fasil.

Pernyataan tersebut disambut dengan anggukan para fasil dan tepuk riuh dari hadirin.

Di kota yang berdiri di atas lumpur ini, akan dilaksanakan pelatihan pembelajaran mendalam selama lima hari. Kelas pelatihan sejumlah tig akelas, dengan fasil sebanyak lima orang. Seluruh fasil yang dilibatkan merupakan fasilitator yang berasal dari daerah Asmat sendiri. Terdiri dari 1 orang pengawas dan 4 orang guru dari jenjang SD, SMP dan SMA/K.

(Tam)