
Keerom (24/10) – Pelatihan pembelajaran mendalam dan Koding – Kecerdasan Artifisial merupakan salah satu program prioritas Kemenedikdasmen. Pelatihan ini menargetkan peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam mengelola dan menyelenggarakan Pendidikan menggunakan pendekatan pemblajaran mendalam (deep learning). Selain itu, juga untuk mengenalkan dan mengarahkan guru menyiapkan koding-kecerdasan artifisial sebagai sebuah mata Pelajaran baru di satuan Pendidikan.
Di Kabupaten Keerom, pelatihan PM dan KKA telah terlaksana sejak September lalu. Kegiatan yang diikuti oleh 31 sekolah dengan peserta berjumlah 123 orang. Dengan didampingi 13 fasilitator yang berasal dari unsur pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru dari Kabupaten Keerom.
Pelaksanaan pelatihan PM dilaksanakan selama 198 jp dan KKA sebanyak 180 jp. Pembelajarannya menggunakan mekanisme in service training dan on the job training yang dijadwal dalam In 1, ON dan IN 2.

“Selama kegaiatan, peserta belajar melalui LMS dengan didampingi, diarahkan dan dibimbing oleh fasilitator” ungkap PIC Pelatihan PM dan KKA BGTK Papua, Usman, S.Pd., M.Si.
Dirinya mengungkapkan, pelaksanaan dengan metode IN-ON-IN tersebut dilakukan agar peserta memiliki pemahaman yang lengkap.
“IN-1 diarahkan guna memberikan pemahaman konseptual tekait PM dan KKA yang diterjemahkan kedalam kegiatan praktik melalui kegiatan ON, yaitu mengimplementasikan kosep yang telah dipahami tersebut” ujarnya.
Untuk diketahui, pelatihan PM di wilayah BGTK Papua melatih 1.263 KS dan guru dari 396 sekolah di Provinsi papua, Papua Tengah, Papua Selatan dan Papua Pegunungan.
“Jumlah tersebut belum termasuk 375 ks dan guru yang dilatih melalui mekanisme Kerjasama, baik dengan Yayasan maupun Dinas Pendidikan bagi sekolah diluar sasaran atau penerima BOSKIN” lanjutnya.
Semarak Talkshow Best Practice Kab. Keerom

Sebagai akhir dari pelaksanaan pelatihan PM dan KKA di Kabupaten Keerom, maka dilaksanakan IN – 2 pada 23 – 25 Oktober. Bertempat di SMKN 1 Keerom, kegiatan ini dimeriahkan dengan talkshow yang dihadiri oleh seluruh actor dan menghadirkan perwakilan Dinas Pendidikan serta kepala sekolah dan guru dari sekitar lokus.
Hadir pada kesempatan tersebut adalah pejabat Dinas Pendidikan Kab. Keerom, Inggrid Tandibua, M.Pd yang didampingi oleh PIC Program Diklat PM – KKA BGTK Papua, Usman, S.Pd., M.Pd. Kegiatan Talkshow ini mengambil tema “Berbagi Inspirasi dan Inovasi Pembelajaran Mendalam Menuju Guru Berkualitas di Kabupaten Keerom”
Dalam sambutannya, Inggrid menegaskan agar semua peserta dapat berbagi ilmu dan informasi yang telah diperoleh kepada para satuan Pendidikan lain. Menurutnya, hal ini akan menjadi pendukung meratanya kualitas Pendidikan di Kabupaten Keerom.

“ini adalah awal proses yang harus dibagikan ke seluruh guru. Jadi peserta ataupun fasil yang mengikuti program ini, jangan berhenti sampai disini tetapi terus bersinergi berbagi dan mengembangkan sumber daya yang ada di kabupaten Keerom, kebijakan dinas pendidikan akan terus mendukung hal-hal positif seperti ini” ujarnya.
Dalam sesi talkshow ini, setiap peserta mendapat kesempatan membagikanpraktik baik perubahan nyata dan dampak yang telah dirasakan satuan masing-masing. Salah satunya adalah hasil penyelarasan visi, misi dan tujuan sekolah serta perubahan mindset serta redesign perangkat pembelajaran. Tak lupa, para peserta juga menampilkan hasil modifikasi pembelajaran yang menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam dengan mengacu kepada pembelajaran yang berkesadaran (mindfull), bermakna (miningfull) dan menggembirakan (joyfull).
Menurut Fajarwati, salah satu fasilitator kelas guru mengungkapkan, bahwa yang paling terlihat dari pelaksanaan pelatihan ini adalah, terjadinya perubahan pola pikir pada kepala sekolah dan guru.
“melalui kegiatan ini, terlihat nyata bahwa perubahan mindset peserta yang sebelumnya memiliki pola pikir tetap (PPT) secara perlahan setelah mengikuti program ini menjadi pola pikir bertumbuh (PPB). Hal Yang sangat luar biasa, perubahan pola pikir tersebut nyata terjadi hampir 80% peserta” ungkap Fajarwati
Menurutnya, hal ini menandakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi penmgembangan dan peningkatakn kualitas Pendidikan.
“kegiatan ini membuka mindset peserta akan adanya perubahan dalam dunia pendidikan terkhusus bagaimana sebagai guru bisa memuliakan murid melalui aktifitas pembelajaran yang lebih menantang, dan menekankan literasi ditial dan mengembangkan ketrampilan abad 21 (kolaboratif, komunikasi, kreativitas dan berpikir kritis) sehingga murid tidak hanya fokus menghafal tetapi dapat mengembangkan kemampuannya secara mendalam” lanjutnya.







Sebagaimana tujuannya, maka kegiatan talkshow ini diharapkan dapat menularkan “virus baik” pengelolaan dan penyelenggaraan pembelajaran disatuan Pendidikan. Dimana setiap perubahan harus direspon oleh semua pihak. Bukan hanya guru tetapi juga oleh kepala sekolah, pemerintah dan Masyarakat.
kegiatan Berbagi Praktik Baik ini menjadi inspirasi bagi semua guru. Artinya guru dari jenjang lain dapat melihat praktik baik dari jenjang yang berbeda, sehingga hal tersebut dapat menjadi hal baru yang membuka wawasan dan ide kreatif untuk bisa dikembangkan dan dimodifikasi di sekolah masing-masing.*
(Fjr/Tam)