
Jayapura (21/10) – Tenaga Kependidikan merupakan bagian penting dalam system Pendidikan. Bagian ini memiliki peran yang tidak kalah strategis dalam menghadirkan Pendidikan bermutu untuk semua. Apabila perkembangan di era sekarang, era perkembangan teknologi. Kehadiran tenaga kependidikan yang profesional, memahami tugas dan tanggungjawab serta adaptif terhadap perkembangan jaman menjadi poin penting bagi satuan Pendidikan.
Peran tenaga kependidikan tidak lagi terbatas pada pekerjaan administratif konvensional, tetapi juga mencakup pengelolaan data, sistem informasi, pelayanan publik, dan dukungan terhadap implementasi pembelajaran mendalam di lingkungan satuan pendidikan. Kondisi ini menuntut peningkatan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan tenaga kependidikan agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan memberikan kontribusi optimal bagi mutu layanan pendidikan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua, Fatkurohmah, S.Pd., M.Pd, tatkala membuka kegiatan pada Senin. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dibawah Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKP-PG) ini bertajuk: Pelatihan Pengembangan Kompetensi Tenaga Kependidikan di Wilayah Kerja BGTK Provinsi Papua tahun 2025.
Selain Kepala BGTK Papua, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Umum BGTK Papua, Erni Amin, M.Pd. Terdapat enam orang fasilitator (pengajar) nasional yang terlibat dalam kegiatan yang digadang-gadang akan berlangsung selama lima hari tersebut. Tim pengajar ini berasal dari BGTK Provinsi Sulawesi Selatan, BGTK Prov. Papua, BGTK Prov. Papua Barat, BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Prov. Papua, Universitas Papua, dan SMK Negeri 8 TIK Jayapura. Seluruh fasilitator ini sebelumnya telah mendapat Bimtek (Bimbingan Teknis) dari Ditjen GTKPG.
Terdapat tiga jenis tendik yang dilatih. Yaitu, tenaga administrasi sekolah (TAS), tenaga perpustakaan sekolah (pustakawan), dan tenaga laboratorium sekolah (laboran). Peserta merupakan tenaga kependidikan yang berasal dari 1 Kota dan 14 Kabupaten di Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Selatan dan Papua Pegunungan dan merupakan tendik yang terdata di Dapodik serta mendapat rekomendasi dari dinas Pendidikan masing-masing.

Lebih jauh, Fatkurohmah menuturkan, bahwa kehadiran tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi kepribadian, sosial dan manajerial yang baik akan mampu memberikan dukungan penuh kepada satuan Pendidikan.
“Satuan Pendidikan, tidak hanya hanya memiliki pendidik, tetapi juga memiliki tenaga kependidikan yang akan menjadi kekuatan dan dukungan dalam upaya menghadirkan Pendidikan berkualitas” ungkapnya.
Karena itu, dirinya berharap melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya focus pada peningkatan kompetensi kepribadian dan kapasitas diri. Tetapi juga memanfaatkan moment ini untuk dapat membangun jejaring, kemitraan dan kemunikasi dengan tendik lainnya.
“Kita disini adalah untuk belajar. Belajar tentunya Adalah untuk meningkatkan kapasitas diri. Namun juga harus meningkatkan kompetensi sosial. Membangun jejaring, komunikasi dan kemitraan” ujarnya.
Tenaga Kependidikan, Bukan Tenaga Biasa

Di sisi lain, Warsan, S.Pd., M.Pd, selaku PIC (Penanggungjawab Program) Pelatihan Tendik ini menuturkan bahwa Pelatihan tenaga kependidikan (tendik) adalah proses pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga Kependidikan agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif dan profesional.
“Pelatihan ini penting untuk memastikan bahwa seluruh komponen sekolah, salah satunya Adalah tenaga kependidikan, memiliki kompetensi yang diperlukan untuk mendukung proses pendidikan secara menyeluruh” ujarnya.
Lebih jauh disampaikannya, bahwa melalui kebijakan dan program ini, Kemendikdasmen berupaya meningkatkan kualitas tendik agar dapat memberikan dukungan terbaik, untuk tercapainya pendidikan yang lebih bermutu bagi bagi semua.
Tendik, menurutnya bukan tenaga biasa. Hal ini, karena dirinya yakin, tendik menjalankan peran yang sangat kompleks. Mulai dari urusan administrasi, anggaran hingga urusan humas (hubungan Masyarakat). Peran tersebut dimainkan oleh tendik guna menghadirkan stabilitas kemanan, kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh pihak dalam mengelola Pendidikan.
“Ini menjadi prasyarat, sehingga mendukung para pihak, seperti pendidik dan Masyarakat menyelenggarakan maupun menikmati proses Pendidikan yang baik” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, ada tiga poin penting dalam pelatihan yang dilaksanakan dari tanggal 21 hingga 25 Oktober ini. Yaitu:
1. Memastikan tendik siap menghadapi perubahan di era digital.
2. Melatih tendik untuk menguasai keterampilan teknis yang relevan dengan tugas-tugasnya, dan
3. Meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan manajemen.
Pelaksanaan pelatihan yang menggunakan media LMS (Learning management system) pada website Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan), tidak hanya akan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dan penugasan. Akan tetapi akan dimaksimalkan dengan pelaksanaan kunjungan lapangan. Menurut warsan, kegiatan kunjungan lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kepada tendik, bagaimana pengelolaan adminsitrasi, perpustakaan dan laboratorium sekolah dilakukan.
“Nanti saat kunjungan, tiap kelompok peserta akan didampingi oleh mentor dari sekolah-sekolah yang dikunjung” tambahnya.
Untuk peserta sendiri, Warsan menuturkan bahwa terdapat 111 orang tendik yang diundang. Yaitu 37 orang TAS (tenaga administrasi sekolah), 37 orang pustakawan dan 37 orang laboran yang berasal dari:
- Kota Jayapura Prov.Papua
- Kabupaten Jayapura Prov. Papua
- Kabupaten Keerom Prov. Papua
- Kabupaten Mamberamo Raya Prov. Papua
- Kabupaten Supiori Prov. Papua
- Kabupaten Kepulauan Yapen Prov. Papua
- Kabupaten Biak Numfor Prov. Papua
- Kabupaten Merauke Prov. Papua Selatan
- Kabupaten Bovendigoel Prov. Papua Selatan
- Kabupaten Mimika Prov. Papua Tengah
- Kabupaten Nabire Prov. Papua Tengah
- Kabupaten Puncak Prov. Papua Tengah
- Kabupaten Jayawijaya Prov. Papua Pegunungan
- Kabupaten Yahukimo Prov. Papua Pegunungan
- Kab. Yalimo Prov. Papua Pegunungan
Pelaksanaan kegiatan ini, merupakan wujud kepedulian dan keyakinan, bahwa proses Pendidikan akan berjalan maksimal ketika seluruh komponen memiliki kompetensi yang cukup dan bergerak bersama. Karena sejatinya, Pendidikan bukan hanya tentang pendidik (guru) dan murid, tetapi adalah tentang system, sinergisitas semua pihak: tenaga kependidikan, orang tua, masyarakat dan pemerintah.
(Tam)




